Tampilkan postingan dengan label Berita Lokal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Lokal. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juni 2011

Mataram – 14/6/11. Syuro harian pagi ini menghadirkan HL. Mas’ud, Lc  sebagai motivator (pentausyiah), berikut kutipan tausyiahnya yang berjudul Bencana Kemiskinan :
Kadal Fakru ayyakuna kufran : Hampir-hampir kefakiran itu membuat seseorang kafir (HR. Ibnu Hibban)
Dahulu ada salah seorang sahabat yang sangat kasar tanggannya karena letih bekerja, kemudian Rasulullah bersabda, “Tangan yang bekerja adalah tangan yang dicintai oleh Allah..”
Zakat adalah salah satu solusi yang ditawarkan oleh Islam terhadap bencana kemiskinan, agar orang-orang miskin tersebut merasakan nikmatnya harta. Ketika saya masih kuliah di Mesir, ada sekitar 10.000 mahasiswa asal Malaysia yang belajar di sana,  jika dibandingkan dengan mahasiswa Indonesia yang hanya 2.000 orang, mereka lebih fokus belajar, kenapa? Ternyata untuk studinya, 90% mahasiswa Malaysia tersebut dibiayai oleh kantor zakat di masing-masing wilayah mereka.

Selasa, 31 Mei 2011

Mataram (Suara NTB)
Pengurangan subsidi minyak tanah oleh Pertamina, dampaknya semakin terlihat. Masyarakat mulai panik dan berebut minyak tanah di pangkalan dan pengecer.  Harga pun mulai merangkak naik melebihi harga eceran tertinggi.
Pemandangan itu terlihat di Jalan Airlangga Kelurahan Punia Mataram, Selasa (31/5) kemarin. Warga berebut mendapatkan minyak tanah yang dibatasi pembeliannya. “Saya hanya dapat jatah 1 liter sampai 2 liter per jerigen, supaya yang lain kebagian,” kata Na’im, pengecer minyak tanah.  Harga menyesuaikan dengan kekurangan jatah yang diterimanya dari pangkalan, yakni Rp 4500 per liter. Sementara jatah pagi itu, diterimanya hanya tiga drum. “Jatah ini akan segera habis dalam hitungan jam, artinya tidak sampai besok habisnya,” kata Na’im. Warga yang tidak kebagian pun harus mengantri sampai besok.
Salah seorang warga, Farida mengaku sudah dua hari tidak mendapat minyak tanah setelah sempat mencarinya ke sejumlah pengecer, bahkan ke kelurahan tetangga. Dua hari itu pun dia terpaksa memasak seadanya dengan kayu bakar. “Sekarang untung bisa dapat, itu pun rebutan. Saya hanya dikasi jatah satu liter,” tutur ibu hamil ini.

Senin, 30 Mei 2011

Lombokpost. co.id - BIMA --Ini kabar gembira bagi warga Kecamatan Sape dan Sanggar, khusus mereka  yang rumahnya hanyut dan rusak parah akibat banjir bandang beberapa waktu lalu. Mereka akan dibangun rumah hunian sementara.
Rencana pembangunan rumah hunian sementara tersebut diakui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima Drs Sulhan MT. ‘’Ini atas permintaan dari Direktur II Tanggap Darurat Pusat. Mereka meminta data jumlah rumah yang rusak parah akibat banjir di Sape dan Sanggar,’’ katanya pada koran ini.
Rumah hunian sementara tersebut direncanakan dibangun tahun 2011 ini. Bupati Bima telah mengirimkan data jumlah rumah yang rusak baik di Kecamatan Sape maupun Sanggar. Termasuk gambar dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pembangunan itu. ‘’Data yang kita kirim itu, untuk kerusakan rumah di Sape sebanyak 62 unit, sedangkan di Sanggar hanya tujuh unit,’’ sebutnya.

Minggu, 29 Mei 2011


Kendati Kota Mataram sebagai pusat ibu kota provinsi NTB, akan tetapi hal itu tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Pasalnya, jumlah pengangguran di Kota Mataram masih sangat tinggi dengan jumlah mencapai 19 ribu lebih. Jumlah ini menempatkan Kota Mataram pada posisi ketiga setelah Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Tengah (Loteng) yang paling banyak jumlah penganggurannya di NTB.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Ir. Mokhlis, MSi, angka pengangguran di NTB pada tahun 2010 mencapai  5,2 persen atau sekitar 119 ribu orang lebih. Jumlah ini jauh menurun dibanding dua tahun sebelumnya, dengan 6,13 persen pada tahun 2008 dan 6,25 persen pada tahun 2010.