Selasa, 31 Mei 2011

Semangat masih tampak begitu kuat diwajahnya, walau berkaca-kaca ia bercerita, Mariani namanya. Mahasiswi ini adalah korban kebakaran pada hari selasa tanggal 10 Mei 2011 pukul 09.30 WITA yang akhirnya menewaskan adiknya (Alm. Suandi = 16 tahun).
“Pagi itu sepi, Ayah saya baru sembuh dari sakitnya dan tumben keluar rumah,” ceritanya. “Waktu itu hanya dua orang yang tinggal di dalam, pertama itu Sudirman (20 tahun), kedua adalah Alm. Suandi” kenangnya. “Sudirman sedang ketiduran dan waktu bangun  tiba-tiba apinya sudah besar, sontak ia kemudian lompat dari kamarnya yang berada di lantai dua” lanjutnya. “sedangkan Alm. Suandi diketahui meninggal setelah api padam”.
Mataram (Suara NTB)
Pengurangan subsidi minyak tanah oleh Pertamina, dampaknya semakin terlihat. Masyarakat mulai panik dan berebut minyak tanah di pangkalan dan pengecer.  Harga pun mulai merangkak naik melebihi harga eceran tertinggi.
Pemandangan itu terlihat di Jalan Airlangga Kelurahan Punia Mataram, Selasa (31/5) kemarin. Warga berebut mendapatkan minyak tanah yang dibatasi pembeliannya. “Saya hanya dapat jatah 1 liter sampai 2 liter per jerigen, supaya yang lain kebagian,” kata Na’im, pengecer minyak tanah.  Harga menyesuaikan dengan kekurangan jatah yang diterimanya dari pangkalan, yakni Rp 4500 per liter. Sementara jatah pagi itu, diterimanya hanya tiga drum. “Jatah ini akan segera habis dalam hitungan jam, artinya tidak sampai besok habisnya,” kata Na’im. Warga yang tidak kebagian pun harus mengantri sampai besok.
Salah seorang warga, Farida mengaku sudah dua hari tidak mendapat minyak tanah setelah sempat mencarinya ke sejumlah pengecer, bahkan ke kelurahan tetangga. Dua hari itu pun dia terpaksa memasak seadanya dengan kayu bakar. “Sekarang untung bisa dapat, itu pun rebutan. Saya hanya dikasi jatah satu liter,” tutur ibu hamil ini.

Senin, 30 Mei 2011

Saat ini kita telah memasuki bulan rajab yang
termasuk salah satu dari bulan-bulan haram sebagaimana
firman Allah SWT yang artinya:
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua
belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia
menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan
haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka
janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang
empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya
sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan
ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang
bertakwa (At-Taubah 36)
Dalam sebuah hadits terdapat penjelasan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai aktifitas bersedekah yang paling utama aliasafdhol.
Tidak semua bentuk bersedekah bernilai afdhol. Bagi orang yang berusia muda dan sedang energik tentunya bersedekah memiliki nilai lebih tinggi di sisi Allah daripada bersedekahnya seorang yang telah lanjut usia, sakit-sakitan, dan sudah menjelang meninggal dunia.
Lombokpost. co.id - BIMA --Ini kabar gembira bagi warga Kecamatan Sape dan Sanggar, khusus mereka  yang rumahnya hanyut dan rusak parah akibat banjir bandang beberapa waktu lalu. Mereka akan dibangun rumah hunian sementara.
Rencana pembangunan rumah hunian sementara tersebut diakui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima Drs Sulhan MT. ‘’Ini atas permintaan dari Direktur II Tanggap Darurat Pusat. Mereka meminta data jumlah rumah yang rusak parah akibat banjir di Sape dan Sanggar,’’ katanya pada koran ini.
Rumah hunian sementara tersebut direncanakan dibangun tahun 2011 ini. Bupati Bima telah mengirimkan data jumlah rumah yang rusak baik di Kecamatan Sape maupun Sanggar. Termasuk gambar dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pembangunan itu. ‘’Data yang kita kirim itu, untuk kerusakan rumah di Sape sebanyak 62 unit, sedangkan di Sanggar hanya tujuh unit,’’ sebutnya.

Minggu, 29 Mei 2011


Kendati Kota Mataram sebagai pusat ibu kota provinsi NTB, akan tetapi hal itu tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Pasalnya, jumlah pengangguran di Kota Mataram masih sangat tinggi dengan jumlah mencapai 19 ribu lebih. Jumlah ini menempatkan Kota Mataram pada posisi ketiga setelah Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Tengah (Loteng) yang paling banyak jumlah penganggurannya di NTB.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Ir. Mokhlis, MSi, angka pengangguran di NTB pada tahun 2010 mencapai  5,2 persen atau sekitar 119 ribu orang lebih. Jumlah ini jauh menurun dibanding dua tahun sebelumnya, dengan 6,13 persen pada tahun 2008 dan 6,25 persen pada tahun 2010.

KNRP - Partai oposisi Israel, Kadima menggambarkan pembukaan perbatasan Rafah oleh Mesir sebagai kegagalan diplomasi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Dalam pernyataan pada hari Sabtu, partai Kadima bereaksi terhadap pembukaan kembali perbatasan Rafah ke Gaza oleh pemerintah sementara Mesir dan menyalahkan kabinet Netanyahu telah gagal dalam mencegah dinamika di mesir, demikian Ha'aretz melaporkan.